Di Bibir Pantai Losari
Oleh: Dian Purnomo
Keindahan
ciptaan tuhan
Menciptakan
hamparan pantai yang teruntai
Hamparan
pasir dan pohonan rindang
Yang
ku tatap di bibir pantai losari
Relungku seakan terhempas
Dalam gulungan ombak terlepas
Nafas sejuk menusuk dada
Sembari menerjang kegaduhan jiwa
Duduk
sendiri memandang lirih
Menatap
damai di bibir pantai losari
Ingin
kusampaikan padamu kasih
Kukan
setia menunggumu di sini
Rumah Cerita, 02-11-14
Angin
Oleh: DianPurnomo
Sedang apa angin ini
Menghembus di lingkar pundakku
Membelai lembut seperti gigitan induk kucing mengangkat anaknya
Terasa dingin
Hingga terbangun rumput kuduk yang sedang tertidur pulas
Jemariku tak tinggal diam menatap angin rusak itu
“Hey, apa mau mu?”
“Dimana otak kepalamu?”
Etikamu tak terpelihara oleh indukmu
Di omong kosong dalam hatimu
Bisu, busuk membau
Membelai lembut seperti gigitan induk kucing mengangkat anaknya
Terasa dingin
Hingga terbangun rumput kuduk yang sedang tertidur pulas
Jemariku tak tinggal diam menatap angin rusak itu
“Hey, apa mau mu?”
“Dimana otak kepalamu?”
Etikamu tak terpelihara oleh indukmu
Di omong kosong dalam hatimu
Bisu, busuk membau
Rumah Cerita, 01-11-14
(Puisi-puisi ini telah dimuat di Rubrik Cemerlang Waspada, 09 November 2014)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar