Sabtu Pagiku
Marah
Oleh: Dian Purnomo
Sabtu pagiku marah
Merah merkah terhadap pelanggar larangan
Sakit badanmu harus berbaring saja
Tak usah beranjak menuju yang tak tertuju
Simpan saja energi itu sebegai semboyanmu esok hari
Merah merkah terhadap pelanggar larangan
Sakit badanmu harus berbaring saja
Tak usah beranjak menuju yang tak tertuju
Simpan saja energi itu sebegai semboyanmu esok hari
Lancang,
Lancang itu menamparku
Menjadi pudar peduli dalam buli buliku tadi
Di sini bulian itu mengharap untuk tetap tenang dan memanggil sehat
Tapi apalah didaya
Tetap kukuh dinda di rencana pelancongmu
Lancang itu menamparku
Menjadi pudar peduli dalam buli buliku tadi
Di sini bulian itu mengharap untuk tetap tenang dan memanggil sehat
Tapi apalah didaya
Tetap kukuh dinda di rencana pelancongmu
Pergilah sana
Daku duduk diam tak menyentuh
Tetap mendo’a mengharap jiwa sehat merangkul tubuh itu
Daku duduk diam tak menyentuh
Tetap mendo’a mengharap jiwa sehat merangkul tubuh itu
Rumah Cerita, 121014
(Puisi-puisi ini telah dimuat di Rubrik Cemerlang Waspada, 16 November 2014)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar